2 Milyar, Murid SD & SMP Naik Truk Demi Pecitraan Pemkab Tubaba

oleh -10.558 views

MP Tubaba – Pemerintah Kabupaten Tulang bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Pendidikan setempat membagikan Botol Air Minum jenis Tumbler. Tumbler tersebut akan dibagikan pada Siswa/i Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Tubaba.

Pengadaan botol minuman jenis Tumbler yang akan diperuntukan untuk semua siswa se-Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam rangka mengurangi sampah plastik di sekolah dan promosi daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Pembagian Tumbler tersebut akan dilaksanakan pada hari yang sama di tiga tempat berbeda. Untuk Kecamatan Tuba Udik, Tuba Tengah, dan Tumijajar itu dilokasi pertama yakni di Lapangan Pemda. Selanjutnya untuk Kecamatan Lambu Kibang, Pagar Dewa, dan Way Kenanga itu di Lapangan Tiyuh Kibangbudi Jaya. Dan 3 Kecamatan lainya, yakni Batu Putih, Gunung Terang, dan Gunung Agung. di Lapangan Pemda Tubaba, Kamis (28/11/19).

Pembagian botol air minum jenis Tumbler lagi ramainya dibincangkan, sebab pembagian tersebut dari Dinas Pendidikan Tubaba dengan nilai anggaran sangat fantastis kurang lebih Rp. 2 Milyar sebanyak 29.600 botol.

Warga Tubaba enggan disebutkan mengungkapkan, “Group Tulang Bawang Barat lagi ramai memperbincangkan pembagian botol di Tubaba dengan nilai anggaran sangat fantastis kurang lebih Rp. 2 Milyar”, ungkapnya.

Tambahnya, Mobil yang mengangkut murid-murid Sekolah Dasar Negri (SDN) se-Tubaba menggunakan truk, sebetulnya publik ingin mengetahui dari manakah biaya transfortasi itu apakah di biayai oleh Pemda setempat atau kah di biayai oleh pihak Sekolah.

Salah satu Guru Tubaba inisial IS mengatakan, bahwa biaya transportasi itu dari pihak Sekolah sendiri. “Oleh sekolah masing-masing”, katanya saat dipertanyakan masalah tersebut.

Ditempat terpisah salah satu Wali murid di SD Kecamatan Tumijajar Inisial SA mengeluhkan kalau selaku orang tua sangat mengkhawatir anaknya menaiki mobil truk karena mereka itu manusia bukan seperti Sapi Bali.

“Demi kepentingan Pemerintah siswa jadi korban, sebenarnya saya tidak setuju anak berangkat, tapi diancam kalau tidak ikut maka botol minum tersebut akan di kembalikan”, sesalnya. (Sandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *